Uji Kompetensi Kemuhammadiyahan
Materi: BAB 1 Kelas IX/9 - Meneladani Pimpinan Muhammadiyah
1. Selama berkiprah di Muhammadiyah, Ki Bagus Hadikusumo berhasil merumuskan pokok-pokok pikiran K.H. Ahmad Dahlan sehingga dapat menjiwai dan mengarahkan gerak langkah serta perjungan Muhammadiyah. Pokok-pokok pikiran itu terangkum dalam...
(A) Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah
(B) Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah
(C) Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah
(D) Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah
Jawaban: (C) Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah
Pembahasan:
Selama berkiprah di Muhammadiyah, beliau berhasil merumuskan pokok-pokok pikiran K.H. Ahmad Dahlan sehingga dapat menjiwai dan mengarahkan gerak langkah perjuangan persyarikatan. Bahkan, pokok-pokok pikiran itu kemudian ditetapkan sebagai Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah.
2. Ki Bagus Hadikusumo berani menentang perintah dari Pemerintahan Dai Nippon agar umat Islam melakukan upacara membungkukkan badan ke arah Istana Diraja Tenno Heika di Timur Laut yang dianggap keturunan dewa matahari. Upacara ini disebut dengan...
(A) Fujitsu
(B) Seikerei
(C) Haikiru
(D) Husaimatsu
Jawaban: (B) Seikerei
Pembahasan:
Pada masa penjajahan Jepang, Ki Bagus adalah salah satu ulama yang berani menentang perintah dari Pemerintah Dai Nippon (Jepang). Saat itu, beliau menentang upacara Seikerei yang diwajibkan pemerintah Jepang dilakukan setiap hari. Selain Ki Bagus Hadikusumo, tokoh Muhammadiyah yang juga menolak upacara Seikerei adalah Dr. Abdul Karim Amrullah (ayahnya Buya Hamka).
3. Sebelum Ir. Sukarno berpidato tentang dasar negara tanggal 1 Juni 1945, Ki Bagus Hadikusumo menyampaikan agar negara Indonesia berdasarkan agama Islam di atas petunjuk-petunjuk Al-Qur'an dan Hadits. Ki Bagus Hadikusumo saat itu mengusulkan...
(A) Prinsip Ketuhanan Sebagai Sila Pertama
(B) Prinsip Ketuhanan Sebagai Sila Kelima
(C) Prinsip Ketuhanan Dicantumkan Dalam Asas Negara
(D) Prinsip Ketuhanan Dimasukkan Dalam Undang-Undang
Jawaban: (A) Prinsip ketuhanan sebagai sila pertama
Pembahasan:
Rancangan dasar negara "Pancasila" yang diusulkan golongan nasionalis meletakkan prinsip Ketuhanan dalam Sila Kelima. Ki Bagus dengan gigih berdebat untuk memperjuangkan agar prinsip Ketuhanan dijadikan Sila Pertama. Perdebatan itu akhirnya dimenangkan Ki Bagus, dan sidang BPUPKI secara aklamasi menerimanya.
4. A.R Sutan Mansur bergabung dalam Persyarikatan Muhammadiyah pada tahun 1922. Ketertarikan beliau kepada Muhammadiyah disebabkan karena...
(A) Dekat dengan K.H. Ahmad Dahlan
(B) Memiliki Gerakan yang Memasyarakatkan
(C) Adanya Kepedulian dengan Masyarakat
(D) Ketertarikan pada Ide Gerakan Pembaruan
Jawaban: (A) Dekat dengan K.H. Ahmad Dahlan
Pembahasan:
Saat itu, K.H. Ahmad Dahlan sering datang ke Pekalongan untuk berdakwah. Hal inilah yang menjadi jembatan untuk memudahkan interaksi A.R. Sutan Mansur dengan K.H. Ahmad Dahlan. Dari interaksi itu, akhirnya pada tahun 1922 beliau tertarik bergabung dalam Persyarikatan Muhammadiyah.
5. Pada masa kepemimpinan A.R. Sutan Mansur, terjadi ancaman dan konflik antara Muhammadiyah dengan orang-orang komunis di ranah Minang pada akhir 1925. Maka kepemimpinannya dilakukan dengan cara...
(A) Pendekatan dengan Para Pemangku Adat dan Tokoh Setempat
(B) Membuat Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah
(C) Memperkuat Jama'ah Muhammadiyah di Tingkat Cabang
(D) Menambah Jaringan Kekuatan di Luar Negeri
Jawaban: (A) Pendekatan dengan Para Pemangku Adat dan Tokoh Setempat
Pembahasan:
Ketika Muhammadiyah diancam orang-orang komunis di Bukittinggi pada tahun 1925, beliau diutus untuk mempimpin dan menata Muhammadiyah yang mulai tumbuh di sana. Model kepemimpinannya dan cara berdakwah yang dilakukannya tidak frontal tetapi akomodatif terhadap para pemangku adat dan tokoh setempat, sehingga Muhammadiyah pun dapat diterima dengan baik dan mengalami perkembangan pesat.
6. Pada masa kepemimpinan K.H. Ahmad Badawi, citra Muhammadiyah sedang tersudut. Citra ini memang sengaja dihembuskan PKI dengan tuduhan bahwa Muhammadiyah...
(A) Anti Pemerintahan Sukarno
(B) Anti Pancasila dan Anti-NASAKOM
(C) Peduli dengan Kaum Pinggiran
(D) Tidak Memperdulikan Kemerdekaan
Jawaban: (B) Anti Pancasila dan Anti-NASAKOM
Pembahasan:
Citra politik Muhammadiyah pada masa kepemimpinan Badawi memang sedang tersudut, karena banyaknya anggota Muhammadiyah yang menjadi anggota dan pengurus Masyumi yang saat itu sedang menjadi target penghancuran oleh rezim Orde Lama. Citra ini memang sengaja dihembus-hembuskan oleh PKI, bahwa Muhammadiyah dituduh anti-Pancasila, anti-NASAKOM, dan pewaris DI/TII. Muhammadiyah pada saat itu berhadapan dengan adanya banyak tekanan politik masa Orde Lama.
7. Pada masa kepemimpinan K.H. Ahmad Badawi, PKI hampir menguasai seluruh lini pemerintahan dan masyarakat Langkah K.H. Ahmad Badawi dalam menyelamatkan citra Muhammadiyah adalah...
(A) Melakukan Pendekatan dengan Pemerintah
(B) Melakukan Kunjungan ke Berbagai Negara
(C) Menunjuk Salah Satu Pimpinan di Pemerintahan
(D) Membentuk Badan Penggerak dan Penguat Muhammadiyah
Jawaban: (D) Membentuk Badan Penggerak dan Penguat Muhammadiyah
Pembahasan:
Dalam situasi seperti itu, kepemimpinan K.H. Ahmad Badawi mulai melangkan dan membina kembali Muhammadiyah sebagai Gerakan Dakwah dan Tajdid. Lnagkah ini diambil karena sudah menjadi kebulatan tekad Muhammadiyah.
8. PP Muhammadiyah pada tanggal 6 Oktober 1965 menyatakan bahwa "Gestapu/PKI adalah bencana nasional" K.H. Ahmad Badawi dan H Djarnawi Hadikusumo mewakili Muhammadiyah berkomitmen membantu pemerintah untuk menumpas sisa Gestap/PKI. PP Muhammadiyah saat itu membentuk...
(A) Angkatan Muda Muhammadiyah
(B) Komando Keamanan dan Kesiapsiagaan Muhammadiyah
(C) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah
(D) Kekerabatan Muhammadiyah
Jawaban: (B) Komando Keamanan dan Kesiapsiagaan Muhammadiyah
Pembahasan:
Muhammadiyah berkomitmen untuk membantu negara menumpas sisa Gestapu/PKI. Perlu kalian ketahui bahwa Muhammadiyah adalah organisasi pertama yang mengadakan Konferensi Kilat tanggal 9 - 11 November 1965 untuk menuntut pembubaran PKI. Kemudian Angkatan Muda Muhammadiyah pun membentuk Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM).
9. K.H. Faqih Usman merumuskan konsep pemikiran dalam Muktamar Muhammadiyah ke-35 di Jakarta, yang kemudian dikenal dengan nama...
(A) Keutuhan Muhammadiyah
(B) Kekuatan Muhammadiyah
(C) Kepribadian Muhammadiyah
(D) Kekerabatan Muhammadiyah
Jawaban: (C) Kepribadian Muhammadiyah
Pembahasan:
Sebagai salah seorang Wakil Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 1962 - 1965, K.H. Faqih Usman merumuskan Kepribadian Muhammadiyah. Rumusan pemikirannya ini diajukan dalam Muktamar Muhammadiyah ke-35 tahun 1962 di Jakarta, yang akhirnya diterima sebagai identitas dan pedoman bagi semua warga Muhammadiyah.
10. Pada Muktamar Muhammadiyah ke-42 di Yogyakarta. K.H Azhar Basyir terpilih sebagai ketua Umum menggantukan K.H. A.R. Fachruddin. Dalam pidatonya, beliau menyatakan bahwa Muhammadiyah juga menganut tasawuf modern, yang berarti...
(A) Keseimbangan antara Dunia dan Akhirat
(B) Mencari Keuntungan Duniawiah
(C) Merindukan Kehidupan Akhirat
(D) Keceriaan Hidup di Dunia
Jawaban: (A) Keseimbangan antara Dunia dan Akhirat
Pembahasan:
Berkenan dengan dimensi tasawuf, Azhar Basyir pernah menyatakan bahwa Muhammadiyah juga menganut tasawuf (positif), seperti yang ditulis Buya Hamka. Menurutnya, orang dapat saja melakukan kegiatan yang berorientasi dunia tanpa meninggalkan dzikir.
Mapel: Kemuhammadiyahan
Sumber: Buku Pendidikan Kemuhammadiyahan karya Abidin Fuadi Nugroho, M.S.I, Agus Ridwan, S.Ag, Farid Setiawan, M.Pd.I, dan Dr. Iwan Junaedi, M.Pd.